Penyebab dan cara menanggulangi kasus perceraian

Data Hk 6D – Untuk saat ini banyak sekali kasus perceraian yang sering terjadi di belahan dunia ini khususnya di Negara Indonesia. Banyak sekali penyebab dan dampak yang disebabkan oleh perceraian. Sebenarnya perceraian adalah hal yang sangat dibenci oleh semua agama, dan perceraian mungkin juga tidak akan selalu menyelesaikan masalah dalam suatu ikatan pernikahan. Nah agar kita semua bisa menghindari kasus perceraian ini, maka bacalah artikel ini dengan seksama.

Penyebab adanya kasus perceraian

Berikut ini adalah beberapa penyebab kasus perceraian:

1. Menikah yang dilakukan oleh anak di bawah umur yang ditentukan oleh peraturan suatu negara.

Pernikahan di bawah umur yang bisa dikatakan menjadi salah satu pemicu kasus perceraian. Karena terkadang anak yang di bawah umur belum cukup mentalnya untuk menghadapi kerasnya masalah yang akan terjadi setelah menikah.

2. Visi yang berbeda

Adanya visi yang berbeda bisa menjadi salah satu pemicunya. Terkadang hal ini baru disadari setelah menjalani kehidupan setelah menikah. Karena ketika menjalin hubungan sebelum menikah, pasangan akan lebih sering menekankan persamaan sifat termasuk dengan visi kehidupan ke depannya. Nah baru deh setelah menikah mereka baru merasakan.

3. Memandang rendah pasangan

Terkadang memandang rendah pasangan pun bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya perceraian. Sebagai contoh adalah ketika kedudukan finansial seorang suami lebih tinggi, dan finansial istri lebih rendah. Terkadang suami akan membandingkan hal tersebut, secara tidak sadar ucapan perbandingan tersebut menjadi pemicu datangnya masalah.

4. Ketika ada masalah, selalu tidak ada jalan keluar/berujung pertengkaran

Mungkin ini bisa dikatakan menjadi hal yang paling sering menyebabkan kasus bubarnya suatu pernikahan. Karena dirasa setiap ada masalah selalu tidak adanya jalan keluar, kadang berakhir dengan pertengkaran, yang lebih parah lagi adanya tindak kekerasan dalam keluarga, sehingga satu pihak akan merasa terancam, dan mengajukan gugatan perceraian.

5. Tidak tercukupi ekonominya

Terkadang faktor ekonomi menjadi penyebab paling sering ditemui. Kebiasaan saat muda hidup dengan kehedonismeannya dan tidak melatih untuk belajar menabung, maka saat setelah menikah jika salah satu pasangan tidak dapat mencukupi sesuai standar hidup pasangan satunya, maka akan terjadi permasalahan yang pada akhirnya data hk 6d berujung perceraian.

Dampak perceraian terhadap anak

1. Anak menjadi mudah terpengaruh hal negatif. Karena dia merasa terlalu banyak masalah dalam keluarganya, maka dia akan mencari kesenangan dilingkungan luarnya dan terkadang lari ke hal negatif. Ya walaupun tidak semua anak setelah mengalami masalah perceraian dalam keluarganya selalu lari ke hal negatif.

2. Merasa berbeda dari yang lain

Karena keluarganya yang tidak utuh lagi. Terkadang anak akan merasa berbeda dengan yang lain. Dan akan cenderung lebih memilih menyendiri daripada berkumpul dengan teman-temannya.

3. Selalu memandang bahwa pernikahan menjadi menakutkan

Terkadang ada anak yang menganggap bahwa pernikahan akan selalu berujung ke perceraian. Hal ini disebabkan oleh orang tua mereka yang melakukan perceraian.

Cara menanggulangi terjadinya kasus perceraian

1. Adanya sifat kompromi antara kedua belah pihak

Ketika salah satu dari pasangan menceritakan sebuah ide ataupun masalah akan rumah tangga. Sebaiknya peran pasangannya adalah mendengarkan, memberi saran atau bahkan ketika ada masalah yang diutarakan bisa menjadi lebih introspeksi diri.

2. Adanya sifat mendengarkan

Mendengarkan cerita dari pasangan adalah salah satu kuncinya. Karena dengan mendengarkan, pasangan akan merasa bahwa dirinya dianggap penting dan berarti dalam suatu hubungan pernikahan.

3. Tidak adanya rasa menyalahkan diri

Ketika adanya suatu masalah, hendaknya tidak ada keinginan untuk memojokkan salah satu pihak. Dan harusnya lebih bisa dicari jalan tengahnya,.

Ketika adanya suatu masalah, hendaknya tidak ada keinginan untuk memojokkan salah satu pihak. Dan harusnya lebih bisa dicari jalan tengahnya,.

4. Adanya sifat memaafkan

Jika sudah adanya kompromi dan jalan keluar yang didapatkan, maka kedua sifat tersebut harus diimbangi dengan sifat memaafkan satu sama lain. Karena selain introspeksi diri dari setiap masalah yang dihadapi, sifat memaafkan akan kesalahan tersebut adalah kuncinya, akan lebih baik jika tidak mengulangi kesalahan yang sama dan akan dapat menghindarkan dari kasus perceraian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *